Intai Iran Hilang di Angkasa Arab buat Satelit Uni Emira Arab

Satelit bernama Falcon Eye 1 milik Uni Emirat Arab hilang di angkasa hanya 2 menit setelah peluncurannya. Satelit tersebut ditujukan untuk kepentingan observasi.

Satelit bersangkutan diterbangkan dengan launcher roket Vega oleh perusahaan Arianespace di Kourou, Guyana Prancis. Sebelumnya, peluncuran sempat 2 kali dibatalkan karena cuaca buruk.

“Kira-kira 2 menit setelah launcher Vega melesat, beberapa saat setelah pembakaran tahap kedua, anomali launcher muncul yang mengakibatkan akhir prematur bagi misi ini,” sebut Arianespace.

“Analisis data sedang dalam proses untuk mengklarifikasi alasan dari kegagalan ini. Komisi independen akan disusun dalam beberapa jam,” tambah mereka yang dikutip dari Evening Standard.

Roket diketahui melenceng dari arah yang diharapkan. Ini adalah pertama kalinya launcher Vega yang dibuat manufaktur asal Italia, Avio, mengalami kegagalan setelah 14 kali berturut-turut mencetak kesuksesan.

Falcon Eye 1, di ketinggian orbit 611 kilometer, ditujukan untuk merekam gambar Bumi dengan foto resolusi tinggi untuk tujuan komersial maupun kepentingan militer. Satelit itu dibuat oleh Airbus Defence dan Space dengan imaging dari Thales Alenia Space.

“Kegagalan ini tak diprediksi, terjadi setelah 14 kesuksesan beruntun yang membuktikan kematangan sistem peluncuran Vega,” sebut presiden lembaga antariksa Prancis CNES, Jean Yvess Le Gal.

“Tim kami harus segera menganalisis, memahami dan memperbaiki penyebab kegagalan sehingga Eropa bisa kembali terbang dengan Vega secepat mungkin,” cetusnya.

Memonitor Iran

Forbes menyebutkan bahwa Falcon Eye 1 ditujukan untuk mengawasi Iran. Uni Emirat Arab termasuk negara yang tidak akur dengan Iran.

“Bagi Uni Emirat Arab, mengawasi pergerakan Iran di Teluk penting untuk keamanan nasionalnya. Dengan hilangnya satelit terbaru itu, mereka kehilangan alat pengintaian utama di kawasan itu,” tulis kolumnis Forbes, Zak Doffman.

Optik Thales yang ada di satelit, bisa memantau Bumi sampai ukuran centimeter. Sehingga termasuk perangkat pengintaian paling canggih.

Sebenarnya satelit kedua yang bernama Falcon Eye 2 sudah dijadwalkan meluncur tahun ini. Tapi karena kegagalan Falcon Eye 1, kemungkinan bakal ada penundaan.

Leave a Comment

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *