Pakaian Ramah Lingkungan Ini Tetap Keren Di Pakai Walau Tidak Sering Di Cuci

Ketika membeli pakaian, apa yang kamu pikirkan? Kalau masih sekadar gaya atau harga, maka cobalah untuk mikirin juga dampak dari pakaian yang akan kamu beli itu. Karena, ada beberapa bahan material pakaian yang ternyata berbahaya bagi lingkungan.

Kamu harus tahu, bahan kain seperti polyester itu mengandung ribuan serat mikro plastik yang akan terlepas ketika kamu mencucinya. Dan itu akan berakhir sebagai limbah yang mengaliri sungai hingga laut dan dimakan oleh hewan laut yang nantinya dimakan oleh kamu. Hih, seram!

Nah, biar pakaian yang kamu beli pada akhirnya nggak membahayakan lingkungan dan diri kamu sendiri, kamu mesti tahu nih beberapa jenis material pakaian yang ramah lingkungan, yang mungkin bisa menjadi pertimbangan kamu untuk gunakan sebagai kontribusi menyelamatkan banyak nyawa. Ssst, nggak perlu sering dicuci, kok!

  • Linen bisa jadi material pakaian pilihan buat kamu yang malas nyalain setrikaan

Linen adalah kain yang terbuat dari serat tumbuhan rami yang cocok sebagai material bahan pakaian musim panas, karena sifat kain ini yang gampang menyerap keringat. Linen juga dibudidayakan tanpa menggunakan bahan-bahan kimia. Celana, rok dan kemeja adalah pakaian yang sering menggunakan linen sebagai materialnya.

Pakaian dengan bahan ini juga akan semakin lembut jika sering dicuci, dan kamu nggak perlu nyalain setrikaan kalau abis ngangkat jemuran karena bahan ini akan semakin bagus jika sedikit lungset. Nggak ngabisin listrik dan hemat, kan?

  • Kapas organik lebih baik karena proses penanamannya nggak pakai pestisida

Tahu nggak, untuk memproduksi kapas konvensional itu dibutuhkan kurang lebih 25 persen pestisida. Dan penggunaan pestisida yang berlebihan bukan saja berbahaya bagi kesehatan manusia tapi juga lingkungan.

Karena kebanyakan pemakaian pestisida ini nggak tepat sasaran ke tanaman, melainkan banyak berjatuhan ke tanah. Dan tanah yang terkontaminasi ini akan bisa merusak rantai makanan sebagai racun jika ditanami. Opsi lain adalah kapas organik untuk bahan pakaian karena proses tanamnya nggak butuh pestisida yang meracuni tanah dan kehidupan kita.

Kabar baiknya, sekarang sudah banyak pula brand-brand fashion yang menggunakan kapas organik untuk bahan pakaian mereka.

  • Hemp, tumbuhan yang dapat tumbuh walau tanpa pupuk sama sekali

Selain dapat ditanam tanpa bantuan pupuk sama sekali, hemp juga bisa tumbuh dan ditanam diseluruh dunia dan pada jenis lahan apapun dan nggak menghabiskan nutrisi dalam tanah. Tanaman ini selain tumbuh sangat cepat, juga bisa menghasilkan lebih banyak serat ketimbang katun.

Nggak cuma itu, biji dari hemp sendiri juga bisa menghasilkan minyak yang banyak manfaatnya. Pakaian yang berbahan hemp memiliki daya serap yang kuat sehingga cocok untuk aktifitas harian kamu. Dan kain ini juga bisa dikompos, lo. Keren kan!

  • Wool yang tahan api bisa menghangatkanmu dan menyelamatkan lingkunganmu

Karena bahan wool diambil dari bulu domba, maka kain ini tergolong sebagai bahan pakaian ramah lingkungan. Mengapa? Karena bulu domba itu akan tumbuh secara terus menerus dan nggak membutuhkan waktu yang lama untuk numbuh. Hitung-hitung bantuin domba cukuran, kamu bisa bikin pakaian.

Selain itu, proses pembuatan serat dan benang wool pun hanya membutuhkan sedikit saja bahan kimia. Dan menariknya, bahan wool ini dapat diperbaharui lagi dan tahan api lho. Keren ya.

  • Bahan daur ulang polyester lebih aman ketimbang polyester itu sendiri

Material pakaian ini dibuat menggunakan kain polyester bekas dan botol minuman bekas, dan menghasilkan 75 persen lebih rendah jejak karbon ketimbang polyester murni. Memang bahan ini masih memiliki racun sama seperti polyester murni. Lagipula sekarang beberapa perusahaan kain sedang berusaha untuk meniadakan antimon beracun tersebut dari bahan daur ulang polyester, lo!

Sebelum kamu memutuskan untuk beli pakaian yang menggunakan bahan ramah lingkungan, pastikan dulu toko atau brand-nya, ya. Biasanya mereka bakal ngasih tahu bahan apa yang mereka gunakan, kok. Dan jangan kaget dengan harga yang relatif sedikit lebih mahal. Toh untuk kenyamanan, kesehatan dan keberlangsungan lingkungan kamu juga kan?

Leave a Comment

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *